Followers

Thursday, January 8, 2026

Jika Waktu Bisa Diputar

Jika Waktu Bisa Diputar

Jika Waktu Bisa Diputar

Sebuah cerita tentang penyesalan, penerimaan, dan belajar berdamai

Ada satu masa dalam hidup seseorang yang kerap ia kunjungi kembali—bukan dengan langkah kaki, melainkan dengan ingatan. Masa ketika semuanya bermula. Ketika keputusan-keputusan kecil terasa sepele, namun ternyata menjadi titik balik yang besar.

Ia sering membayangkan, bagaimana jika waktu bisa diputar kembali ke saat itu. Bukan untuk mengulang, tetapi untuk memperbaiki. Ada banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan, namun terjadi. Ada pula hal-hal yang seharusnya dilakukan, tetapi justru terlewatkan.

Dalam diam, ia menyebut nama Tuhan—bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai pengakuan akan keterbatasan dirinya sebagai manusia. Ia sadar, pada masa itu ia lebih banyak mengikuti perasaan daripada kebijaksanaan.

Kini, ketika jarak waktu memberi ruang untuk merenung, semuanya terlihat lebih jelas. Terlalu jelas, bahkan.

Hidup tidak menyediakan tombol kembali. Yang ada hanyalah hari ini, dengan bekas-bekas kemarin yang masih terasa. Ia belajar menerima bahwa penyesalan bukan untuk disesali lebih lama, tetapi untuk dipahami.

Di titik ini, ia tidak lagi meminta waktu untuk kembali. Ia hanya berharap diberi kekuatan untuk menjalani hari ini dengan lebih bijak—melakukan apa yang seharusnya dilakukan, dan menyerahkan yang tak bisa diubah kepada Tuhan.

2 comments:

Simkomding

Jika Waktu Bisa Diputar

Jika Waktu Bisa Diputar Jika Waktu Bisa Diputar Sebuah cerita tentang penyesalan, penerimaan, dan be...